Sebuah mimpi yang pernah aku godok
Perlahan mendidih menjadi perih
Satu persatu dari mereka telah menguap
Menjadi asap yang berlalu lalang
di ruang hampa
Sebuah harapan yang pernah kuterbangkan
Perlahan meruap menggugurkan bulu damba
Layaknya sebuah ucap harap
Yang terbang tanpa sayap, dan
Mengitari ruang-ruang yang senyap
Sebuah angan yang lebat di singgasana
Perlahan di antara ribuan hanya tinggal ratusan
Atau di antara ratusan, hanya tinggal puluhan.
Satu persatu dari mereka.
Merekah di keabu-abuan.
Serasa sia-sia material itu hanya berserakan
Aku ingin pergi. Untuk merubah semua
Tempat ini terlalu sepi untuk mewadahi
Lampu menyala juga terlalu gelap untuk di susuri
Namun mau kemana?
Apalah arti langkah, bila tanpa restu semesta
Terdiam diri sudut kota, sembari menunggu keajaiban.
Tapi tak sepenuhnya aku merasa lelah
Aku percaya pada pelangi selepas hujan
Berlapis aneka warna yang hadir
Setelah gelap meninggalkan cakrawala.
----
Tuban, 6 November 2019
Yo Gi Ri

Banyak harapan yang dipupuk namun seiring mengalir nya waktu, entah kesempatan yang tidak dtg atau memang terbuang, harapan itu menguap bagai udara.
BalasHapusHehe nice nice
Makasih mbak, semoga kita juga semangat menunggu bias pelangi setelah hujan reda. Sama dengan menunggu hal manis setelah perjuangan panjang
HapusAssyiaap wkwkwk
HapusAacieee haha
BalasHapusCiee apanya mbak? π
HapusTerus bermimpi dan berjuang untuk menggapainya, agar tak ada penyesalan
BalasHapus*efek abis nonton KINGDOMπ
Makasih mbak ππ
Hapus