CINTA MENUJU LUKA; (BERAWAL BAHAGIA BERAKHIR DERITA)
Cerita ini adalah kenyataan perjalanan penulis kala itu selama sebulan dari maret-april
Tepatnya disuatu desa yang kaya akan keindahan alam
Disitulah kisah diterminoligikan dalam bahasa rasa, menampung segala setia dan keyakinan
Dari situlah, kebahagiaan selalu dibumbuhi dengan segala cinta
Menulis dengan bekas kaki di tanah hingga tertinggal jejak untuk dirindukan
Benarkah rindu? Tidak!! Semua telah berakhir dengan luka.
DARMIAN
Gerakan Mahasiswa Kerakyatan
(GEMAR)
Ada sebuah kisah perjalanan seorang pria bertemu dengan seorang perempuan di suatu Desa. Disanalah kisah dicipta oleh dua insan yang beda suku. Pria itu dari suku yang jauh dan perempuan itu dari suku yang pria tempati dirantauan.
Dirumah tua tempat kami tinggali merubah suasana dari sepinya malam, suara yang membuat sedikit ramai dan juga saling bertutur kata dengan orang-orang didesa itu.
Dalam perjalanan waktu awal Maret lalu ada suasana yang terbilang cukup sangat penting didesa itu. Saling menyapa dengan bahasa yang bisa membuat hati perempuan itu merasa tenang dan nyaman. Pria ini ternyata mencintai perempuan itu dengan diam agar harapnya menjadi kekasihnya. Dua Minggu perjalanan ternyata bahasa hati yang penuh harap menjadi kenyataan antara pria dan perempuan itu saling memahami bahasa hati yang secara diam tersirat makna cinta.
Tepat pada 18 Maret di kesunyian malam di meja makan berdua dengan perempuan itu menikmati angin malam sembari bercerita berpapasan menatap wajah dengan mata yang tak berkedip. Tak lama kemudian pria itu meronta-ronta ingin melepaskan kata hati yang selalu pria itu pendam. Dengan frontal pria itu berkata aku sayang kamu!!! tiada alasan mengapa aku bilang sayang, aku hanya merasa nyaman selama aku berada di dekatmu, aku merasa bahagia tercipta dikala aku selalu bersamamu dan aku siap mencari dan menemanimu kemananpun kau pergi. kata pria itu tanpa berpikir panjang.
Perempuan itu menjawab; kamu tidak nyesalkan sayang sama aku, pria itu menjawab; sama sekali tidak!!! sebab, aku mencintaimu tanpa alasan dengan ikhlas aku menerimamu apa adanya. mencintai bukan melihat dari masa lalu yang penuh seram, luka, derita yang mungkin pernah kamu rasakan. Tapi, aku berfikir bagaimana sekarang kita berdua saling percaya dan saling menguatkan berjuang untuk masa depan. Karena kebahagiaan itu terletak di masa depan bukan masa lalu.
Dari Hari Rabu Itulah dia bukan lagi perempuan asing bagi pria itu, perempuan itu akhirnya menjadi kekasih hati pria itu. Kekasih yang paling disayangi pria itu, yang selalu pria itu mengajak jalan menikmati indah alam didesa itu. Perempuan itu sayang pada pria itu, Di pagi hari kekasih hatinya selalu membangunkan pria dari lelapnya tidur dengan jari jemari lembut meletakkan di jidatnnya dan berkata bangun, sekarang sudah pagi menyuruh pria idamannya itu untuk sarapan.
Hari-hari semua terisi penuh bahagia dengan senyuman manis dari pipi lesung kekasih hati pria itu. Senyuman itu tidak pernah hilang dari ingatan sampai saat ini. Didesa itu banyak kisah cinta dan kebahagiaan yang dicipta oleh dua insan yang sedang menumbuhkan rasa lebih mendalam.
Sedikit untuk di ingat kembali sepasang kekasih itu sangat bahagia kala itu didesa yang mereka tinggali. Pergi ke suatu tempat untuk foto bersama kekasihnya, pria dan kekasihnya berdiri di suatu bukit dengan panasnya hari tak menghalangi sepasang kekasih itu untuk menikmati keindahan bukit yang dikelilingi pelangi. Pria dan kekasihnya itu saling memeluk erat, kedua tangannya itu saling memegang seakan mengikrarkan janji sehidup semati. Akhirnya, pada 5 April semua pulang ke rumah masing-masing. Kisah itu masih saja hidup abadi di desa yang indah. Didesa itulah awal kebahagiaan tercipta dari dua insan yang mendambakan cinta. Pria dan kekasihnya, hanya menikmati rindu sesekali bertemu karena suasana tidak mendukung untuk selalu bertemu. Biasanya mereka hanya mengisi rindu dengan Chattingan di WhatsApp dan juga Video Call untuk melihat apakah wajah itu masih tetap sama ataukah sudah berbeda efek dirumah.
Di bulan Mei suasana sudah mulai berbeda ada suatu masalah yang menarik diri untuk pasrah dengan keadaan yang membuat kekasih pria itu bingung dan dilema untuk memilih jalan. Ia menangis karena ia tak mau dipaksa, orang tuanya tetap ngotot untuk menjodohkan perempuan itu dengan pria lain yang bisa dibilang sepupunya.
Pria itu tak tahan air matanya menetes disela pipi kanan kirinya rasanya pun hampir saja hilang dari dirinya. Karena pria itu sungguh sayang pada kekasihnya. Hampir putus asa perempuan itu ingin lari dari rumah untuk pergi jauh-jauh agar ia tak dijodohkan oleh orangtuanya. tapi tak jadi ia tetap masih dirumah, ibunya menangis ayahnya pun ikut menangis karena anaknya ingin lari dari rumah. Ibunya berkata pada anak perempuan kesayangannya itu aku tak suka dengan pria itu yang bukan satu suku dengan kita. Aku mendengar itu dari kekasihku, aku terpukul dengan kata yang rasis itu. yang membatasi cinta hanya dengan beda suku.
Pada 17 Mei kekasihku memutuskan untuk melepaskan prianya demi kemauan orangtuanya. Yang selama dua bulan menjalani hubungan hingga akhirnya lepas dan kandas karena soal perjodohan. Semua telah berakhir diputuskan oleh perempuan kekasihnya lewat Chattingan di WhatsApp. Pria itu merasakan begitu menderita dari banyaknya kisah yang dijalani selama dua bulan. Semua berakhir luka dari perjuangan untuk mendapatkan perempuan sebagai kekasihnya itu.
Kata terkahir yang tak pernah lupa oleh pria itu dari kekasihnya, semoga kau sukses dan menemukan yang lebih baik dari aku. Cinta yang berawal bahagia dan berkahir luka yang pria rasakan pada saat ini. Semua telah usai biarkan kenangan indah tertinggal dalam kotak genangan agar ia abadi. Semoga bahagia kau yang pernah mengisi kekosongan hati. Kau tetap indah dalam lukaku saat ini.
Kuyakini, semua pasti ada jalan terbaik untuk lebih memahami bahwa cinta tak harus memiliki. Dia bukan lagi kekasih yang pernah pria itu kenal semua ia blokirkan media agar pria itu tak bisa mengganggunya lagi karena mantan kekasihnya itu akan menikmati kebahagiaan bersama pilihan orangtuanya. Tersita waktu bagi pria memikirkan semua itu terjadi pria itu kira ini mungkin saja mimpi bahwa haruska berkahir sementara masih sama-sama mencintai. Tak habis fikir pria itu kecewa yang begitu besar dalam dirinya, pria itu akhirnya ikhlas melepaskan mantan kekasih yang paling disayangi.
Pria itu, sangat mencintai mantan kekasihnya, ia bercerita tentang mantan kekasihnya itu di orangtuanya bahwa aku telah menemukan seorang perempuan yang sangat baik dan mencintaiku. Yakin bapak sama Mama akan menyayangi perempuan ini. Karena memilih dengan baik menurut bapak sama Mama.
Alhasil, sampai pada hari ini pria itu tidak pernah lagi telfonan dengan kedua orangtuanya. Karena malu bahwa hubungan dengan mantan kekasihnya sudah berakhir dari apa yang di harapkan. Dan perempuan itu paling disayangi oleh orangtua dari pria itu. Setiap kali tefonan pria dengan orangtuanya pasti kalimat dari bibir orangtau pria menanyakan perempuan sebagai kekasih pria itu untuk berbicara agar akrab dengan orangtua pria. Pria itu adalah aku yang membuat tulisan ini.
Aku tahu sosokmu harus benar-benar kuhapus total dalam ingatan. Sejatinya harus dihindarkan segala pertemuan-pertemuan demi tak lagi membasahi luka yang tak lagi terbuka. Tapi inilah aku, orang yang dulu pernah mati-matian mencintaimu. Seberusaha apapun aku menghindar, ada satu kesempatan untuk bisa bertemu denganmu, aku merasa lega. Maafkan aku hati, berkali-kali kau kukhianati hanya demi rasa menyenangkan sesaat karena mengorek luka di tempat yang sama. Mencintainya, adalah cara-cara menyakiti diri sendiri.
Pergi jangan pernah kembali lagi ke sini! Aku benci jika aku terus menerus mengakui bahwa aku masih mencintaimu yang jelas-jelas telah melukai hati ini. Aku benci diriku sendiri yang pernah mencintaimu. Berdiri dengan susah payah lalu kembali jatuh dengan luluh lantah.
Aku selalu dihantui oleh bayang-bayang mu yang tak bisa lepas dari fikiranku kenapa? Bosan aku setiap hari menulis tentangmu, memujimu seakan kau yang paling hebat di antara semua yang datang kepadaku.
Kau pergi!!!
Aku juga benar-benar pergi!!!
Mati seakan pilihan yang terbaik ketimbang aku harus memikirkanmu yang telah membunuh segala kesetiaan. Marilah dalam hatiku, sirnalah dalam pikiranku. Aku bersumpah, akan ada seseorang yang jauh lebih baik darimu dan dia akan mencintaiku lebih dari kau mencintai aku.
Berbahagialah dengan kekasihmu yang kau pilih yang akan mencintai dan menyayangimu. Dialah yang akan selalu bersamamu disaat tidur lelapmu. Aku yakini tidak ada yang lebih bisa mencintaimu ketimbang aku yang terus-menerus cinta walau aku tidak lagi pernah ada dihatimu.
Matilah!!!
Matilah dalam logikaku yang paling dalam, matilah bersamaku yang tetap mencintaimu, kubur diriku bersama semua rindu yang telah aku susun untukmu. Hingga kelak tak ada lagi aku yang mencintaimu, hingga kelak tak ada lagi kamu yang benci aku, hingga kelak, tak ada cinta antara aku dan kamu.
Akan ada suatu hari dimana aku tidak akan memikirkanmu lagi, tidak peduli apa yang sedang kau lakukan dan sedang bersama siapa kau sekarang. Kau tidak lagi menjadi yang utama dalam pikiranku dan yang terpenting aku tidak merindukanku lagi.
Untuk kamu yang masih terlalu cinta, kehilangan mungkin adalah penyakit yang paling menyakitkan. Namun itu mampu disembuhkan ketika kamu berani untuk terbuka dan menerima sebuah kedatangan. Satu-satunya obat sakit hati adalah berani untuk jatuh cinta lagi.
Dan buat kamu yang masih terlalu cinta, belajarlah dari luka, didunia ini tidak ada duka yang tidak bisa disembuhkan oleh cinta.
Doaku, semoga bahagia mantan kekasihku, marilah kita saling memaafkan untuk merajut kembali hubungan pertemanan tak lebih tak kurang. Aku harapkan satu untukmu jaga kesehatanmu. Jika ada salah selama kita menjalani hubungan aku memohon maaf yang sebesar-besarnya.
Aku yakin orang yang pernah menderita, kecewa adalah mereka yang pernah berjuang...
Semoga Allah Meridhoi segala jalan yang kita pilih!!!
Berbahagialah mantan kekasihku, sebab aku tak bisa membuatmu bahagia!!!